• UGM
  • IT Center
Universitas Gadjah Mada Bedah Mulut dan Maksilofasial
Fakultas Kedokteran gigi
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang Kami
    • Visi Misi
    • Daftar Staff
  • Prodi IBMM
    • Visi Misi
    • Pengelola
  • Publikasi
    • M Masykur Rahmat
    • Prihartiningsih
    • Bambang Dwirahardjo
    • Rahardjo
    • Poerwati Soetji Rahajoe
    • Cahya Yustisia Hasan
    • E. Riyati Titi Astuti
    • Pingky Krisna Arindra
    • Yosaphat Bayu Rosanto
  • Layanan
    • Bedah Dentoalveolar
      • Pencabutan Gigi
      • Operasi Gigi Impaksi
      • Alveolektomi
      • Dental Implant
    • Traumabedah mulut dan Maksilofasial
      • Fraktur Dentoalveolar
      • Fraktur Mandibula
    • Abses Dentoalveolar
    • Kelainan Kongenital pada Rongga Mulut
    • Tumor Rongga Mulut
      • Tumor Jaringan Lunak
        • Mucocele
        • Ranula
      • Tumor Jaringan Keras
  • e-Learning
    • Lesi non neoplastik neoplasma jinak
    • Modul Pembelajaran Prodi BMM
  • Rilis Ilmu dan Berita
  • Home

Bambang Dwirahardjo

  • 11 September 2017, 21.46
  • By :

DAFTAR PUBLIKASI

PERBANDINGAN AUTOLOGOUS CANCELLOUS BONE GRAFT DENGAN AUTOLOGOUS BONE MARROW GRAFT PADA PROSES PENYEMBUHAN TULANG (Penelitian Eksperimental Pada Kelinci)

Y MULYAKA, D Prihartiningsih, DB Dwiraharjo – 2015

 

EFEK APLIKASI HUMAN LAKTOFERIN TOPIKAL TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN DEFEK TULANG

FW PRABA, DB Dwirahardjo – 2015

 

Pengambilan Gigi Kaninus dan Gigi Supernumerary yang Terpendam pada Maksila

SW Fobia, BD Rahardjo – Majalah Kedokteran Gigi, 2011

 

PENGARUH CANGKOK AUTOLOGOUS BONE MARROW TERHADAP PENYEMBUHAN FRAKTUR TULANG PADA DIABETES MELLITUS Kajian Histologis pada Kelinci

A Srigunarto, MM Rahmat, B Dwirahardjo – JURNAL KEDOKTERAN GIGI, 2010

 

Prevalensi Alveolar Osteitis Pasca Operasi Impaksi Molar Ketiga Bawah pada Pria dan Wanita

B Dwirardjo – Journal of Dentistry Indonesia, 2005

 

Pengaruh anestetikum lidokain hidrokhlorida dengan adrenalin secara intraligamental terhadap insidensi Alveolar Osteitis pasca operasi impaksi molar ketiga rahang bawah

B DWIRAHARDJO – 2003

 

Penatalaksanaan Ekstirpasi Epulis Fibromatosa Ukuran Besar pada Gingiva Rahang Bawah Kanan dengan Anestesi Lokal

FW Praba, BD Rahardjo – Majalah Kedokteran Gigi Indonesia

 

Penatalaksanaan Repair Palatoplasty dengan Teknik Furlow Double Opposing Z Plasty

PK Arindra, P Prihartiningsih, BD Rahardjo – Majalah Kedokteran Gigi Indonesia

  • Tumor Jaringan KerasOctober 22, 2018

    Tumor Jaringan Keras meliputi

    Kista odontogenik

    Ameloblastoma

  • Tumor Jaringan LunakOctober 22, 2018

    Tumor Jaringan Lunak meliputi:

    ranula

    Mucocele

  • Tumor Rongga MulutOctober 22, 2018

    meliputi tumor jaringan keras dan tumor jaringan Lunak

  • Abses OdontogenikOctober 22, 2018

    Gigi berlubang biasanya berbentuk lubang berwarna hitam atau cokelat gelap yang berkembang pada permukaan gigi bagian geraham belakang dan geraham lainnya yang bertugas mengunyah dan menggiling makanan. Umumnya gigi berlubang dialami oleh anak-anak, tapi tidak menutup kemungkinan banyak juga orang dewasa yang mengalami masalah gigi yang satu ini.

    Jika gigi berlubang tidak segera ditangani dengan benar, ia dapat memicu infeksi jaringan tubuh. Jikajaringan tubuh sudah terinfeksi, maka infeksi tersebut akan menyebar ke organ-organ tubuh yang lain.

    Jika tidak diobati sehingga infeksi menyebar ke jaringan lunak dari pulpa, mulut, atau rahang. Pembentukan abses atau kantong nanah, dapat dilihat di sekitar gusi atau gigi dan akan menimbulkan rasa yang sangat menyakitkan. Abses ini disebabkan karena adanya bakteri yang berkumpul di dalam mulut.

  • Eksodonsi gigiOctober 22, 2018

    Exodonsi atau cabut gigi adalah tindakan untuk mencabut gigi dari gusi. Tindakan cabut gigi biasanya dilakukan pada gigi yang bermasalah dan tidak bisa diperbaiki lagi.

    Tindakan cabut gigi dilakukan oleh dokter gigi, dengan terlebih dahulu dilakukan pembiusan pada pasien, biasanya bius lokal

    Meski gigi permanen sebaiknya dipertahankan seumur hidup, tapi ada beberapa alasan yang menyebabkan pencabutan gigi perlu dilakukan.  Alasan tersebut bisa saja karena gigi mengalami infeksi, kerusakan, hingga terlalu banyak gigi di dalam mulut.

    Sebuah gigi patut dicabut ketika sudah sangat rusak. Jika tidak dicabut, gigi yang rusak ini dapat mengganggu gigi lain dan kesehatan rongga mulut Anda. Rasa sakit yang terus-menerus bisa menjadi pertanda utama gigi Anda perlu dicabut. Rasa sakit ini dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti adanya lubang gigi yang infeksi dan terjadi patah gigi.

Universitas Gadjah Mada

Jl. Denta Sekip Utara Yogyakarta
Telp.Fax +62-274-515307

fax:+62-274-547667 ext 106

email:fkg@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada