• UGM
  • IT Center
Universitas Gadjah Mada Bedah Mulut dan Maksilofasial
Fakultas Kedokteran gigi
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang Kami
    • Visi Misi
    • Daftar Staff
  • Prodi IBMM
    • Visi Misi
    • Pengelola
  • Publikasi
    • M Masykur Rahmat
    • Prihartiningsih
    • Bambang Dwirahardjo
    • Rahardjo
    • Poerwati Soetji Rahajoe
    • Cahya Yustisia Hasan
    • E. Riyati Titi Astuti
    • Pingky Krisna Arindra
    • Yosaphat Bayu Rosanto
  • Layanan
    • Bedah Dentoalveolar
      • Pencabutan Gigi
      • Operasi Gigi Impaksi
      • Alveolektomi
      • Dental Implant
    • Traumabedah mulut dan Maksilofasial
      • Fraktur Dentoalveolar
      • Fraktur Mandibula
    • Abses Dentoalveolar
    • Kelainan Kongenital pada Rongga Mulut
    • Tumor Rongga Mulut
      • Tumor Jaringan Lunak
        • Mucocele
        • Ranula
      • Tumor Jaringan Keras
  • e-Learning
    • Lesi non neoplastik neoplasma jinak
    • Modul Pembelajaran Prodi BMM
  • Rilis Ilmu dan Berita

Beranda

  • 12 September 2017, 15.59
  • By :

BEDAH MULUT DAN MAKSILOFASIAL

  • Tumor Jaringan KerasOctober 22, 2018

    Tumor Jaringan Keras meliputi

    Kista odontogenik

    Ameloblastoma

  • Tumor Jaringan LunakOctober 22, 2018

    Tumor Jaringan Lunak meliputi:

    ranula

    Mucocele

  • Tumor Rongga MulutOctober 22, 2018

    meliputi tumor jaringan keras dan tumor jaringan Lunak

  • Abses OdontogenikOctober 22, 2018

    Gigi berlubang biasanya berbentuk lubang berwarna hitam atau cokelat gelap yang berkembang pada permukaan gigi bagian geraham belakang dan geraham lainnya yang bertugas mengunyah dan menggiling makanan. Umumnya gigi berlubang dialami oleh anak-anak, tapi tidak menutup kemungkinan banyak juga orang dewasa yang mengalami masalah gigi yang satu ini.

    Jika gigi berlubang tidak segera ditangani dengan benar, ia dapat memicu infeksi jaringan tubuh. Jikajaringan tubuh sudah terinfeksi, maka infeksi tersebut akan menyebar ke organ-organ tubuh yang lain.

    Jika tidak diobati sehingga infeksi menyebar ke jaringan lunak dari pulpa, mulut, atau rahang. Pembentukan abses atau kantong nanah, dapat dilihat di sekitar gusi atau gigi dan akan menimbulkan rasa yang sangat menyakitkan. Abses ini disebabkan karena adanya bakteri yang berkumpul di dalam mulut.

  • Eksodonsi gigiOctober 22, 2018

    Exodonsi atau cabut gigi adalah tindakan untuk mencabut gigi dari gusi. Tindakan cabut gigi biasanya dilakukan pada gigi yang bermasalah dan tidak bisa diperbaiki lagi.

    Tindakan cabut gigi dilakukan oleh dokter gigi, dengan terlebih dahulu dilakukan pembiusan pada pasien, biasanya bius lokal

    Meski gigi permanen sebaiknya dipertahankan seumur hidup, tapi ada beberapa alasan yang menyebabkan pencabutan gigi perlu dilakukan.  Alasan tersebut bisa saja karena gigi mengalami infeksi, kerusakan, hingga terlalu banyak gigi di dalam mulut.

    Sebuah gigi patut dicabut ketika sudah sangat rusak. Jika tidak dicabut, gigi yang rusak ini dapat mengganggu gigi lain dan kesehatan rongga mulut Anda. Rasa sakit yang terus-menerus bisa menjadi pertanda utama gigi Anda perlu dicabut. Rasa sakit ini dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti adanya lubang gigi yang infeksi dan terjadi patah gigi.

Universitas Gadjah Mada

Jl. Denta Sekip Utara Yogyakarta
Telp.Fax +62-274-515307

fax:+62-274-547667 ext 106

email:fkg@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada